Welcome to Silat Perisai Diri USA. If you belong to the PD organization, please put your rank, status and location in your message. If you are a PD instructor please write the number of your students. Silat Persai Diri is a peaceful organization. All races and beliefs are accepted. We do not accept bad attitudes nor bad actions. Be humble in your words.
Posted by PD USA Saya tambahkan sedikit mengenai "kujang" dalam tahapan keberadaan adanya kujang seolah-olah dimunlainya sejak jaman hindu kemudian islam itu menurut pandangan orang barat dalam penelitian / pustaka /wawasan orang barat. Ada hal yang sangat penting dalam menimba sumber yang terbaik adalah di gali dari para karuhun urang sunda. Saya telah membuktikan dan berdialog dengan para tetua urang sunda dimana mereka punya paguyuban urang sunda yang menyatukan semua aspek-aspek budaya dll. urang sunda termasuk cerita "kujang". Juga ibarat penca Beksi seolah pengaruh Cina padahal Cina belajar dari silat beksi asal sunda. Kujangpun demikian sebelum hindu (India) dan islam (Arab) datang ke tanah Jawa bangsa kita telah berbudaya luhur dari bangsa-bangsa pendatang. Setelah "step down pa Harto" dengan kekuasaan selama 32 tahun semua impormasi budaya urang sunda yang 42 juta orang akan lebih terbuka dalam berbagai aspek. Misal para ahli telah menemukan suatu budaya urang sunda telah ada 40 000 ribu tahun yang lalu tepatnya di sekitar tatar sunda. Dulu orang hanya seolah olah kiblatnya orang Jawa yang di promosikan oleh para ahli seolah-olah budaya mereka yang paling unggul (paling nomor wahid) misal penemuan orang jawa tertua 15 000 tahun yang lalu. Ternyata orang sunda lebih tua umurnya tentu budayanyapun akan lebih tua dan berbudaya (beradab). Ada suatu candi urang sunda yang sangat besar di sekitar kota Karawang tidak ada kaitan dengan hindu dan islam dengan membawa budaya mereka yang berbaur di tanah nusantara. Hartina Kujang nyaeta HATE NU SUCI URANG SUNDA (artinya Kujang ialah hati , qolbu (Arab) yang suci orang sunda). Simbul kujang sagelempeng kujang nyaeta TANGTUNG SUNDA (simbul bentuk kujang itu sendiri ialah JATI DIRI URANG SUNDA. Tangtung nyimbulkeun SANG HYANG TUNGGAL" (Yang Maha Tunggal /Allah menurut Arab). Urang sunda sudah punya keyakinan (AGEMAN) sekarang dalam bahasa Indonesia jadi "agama" asal kata "ageman" dari sunda. Pada saat orang -orang pendatang dari India Cina, Arab dan Bule-Bule maka jadi baur agama hindu, agama buda, agama islam, agama kristen. Dari kata agama /ageman tidak ada asal kata agama dari kaum pendatang India, Cina,Arab dan Bule. Kang Ian sekalian minta izin artikelnya diforaward di www.silatpdusa.com , sekian dulu tambahan dari urang sunda yang sedang merantau di tanah leluhur bangsa Astek, Maya.... tepatnya di Amerika > Sahabat Silat,
![]()
on 4/11/2007, 5:31 am
66.167.246.87
Salam Pencak Silat Kang Ian Samsudin
kalau baca artikel Kang Ian Samsudin saya banyak belajar untuk memacu dan menimba wawasan yang berkaitan budaya Indonesia melalui penca silat.
Coba teliti olah pencinta silat pasti ada wangsit silat sunda yang sebenarnya dimasa mereka bersilat dengan kujang sebagai simbol gaib urang sunda.
Kang Yana
www.silatpdusa.com
--- Ian Samsudin
> Pernah liat bentuk kujang? pernah pegang dan
> memainkan kujang?
> Kalo belum tau bentuknya ato pengen liat ato
> pengen memiliki, bisa pesan pada sahabat silat Iwan
> (anggota milis juga kok). Jangan kuatir, kujangnya
> (juga senjata tradisionill ainnya) memiliki kualitas
> terbaik..
>
> Berikut ini sedikit artikel (lama) yang kuposting
> ulang untuk penyegaran dan nambah wawasan ttg
> kujang.
>
> kalo ada yang mau koreksi ato nambahin ya
> dipersilahkan
>
>
> tabik
>
> I.S
>
>
> Kujang, Warisan Leluhur Tatar Pasundan
> (diambil dari www.bogor.net)
>
> Kujang adalah sebuah senjata unik, yang pada
> mulanya berasal dari daerah Jawa Barat, tepatnya di
> Pasundan (Sunda). Senjata ini dikenal dengan nama
> Kujang. Tak adanya kata yang pantas di dalam bahasa
> Inggris, sehingga Kujang dianggap sama dengan
> “sickle” (arit/sabit), sekalipun wujudnya menyimpang
> dari bentuk asli sebuah arit/sabit. Tidak sama juga
> dengan “scimitar” yang bentuknya cembung. Dan di
> Indonesia disebut “chelurit” (celurit). Kehidupan
> orang-orang Jawa di sebelah Timur Pulau Jawa
> menyebut Kujang sebagai “kudi”. Bagi mereka yang
> tidak mengetahui, penduduk asli Pulai Jawa tidak
> semuanya asli orang Jawa. Sementara di bagian Barat
> Pulau Jawa mayoritas diduduki oleh etnik Sunda.
>
> Selama ini senjata Kujang telah di abadikan dalam
> sebuah monumen di pusat kota bekas kerajaan tatar
> sunda, Kerajaan Pajajaran, yakni di Kota Bogor.
> Bahkan keberadaan Tugu Kujang ini dapat pula disebut
> sebagai tuju satu-satunya yang ada di Indonesia.
>
> Kujang penuh dengan misteri. Pasalnya, menurut
> cerita di dalam senjata Kujang itu memiliki sebuah
> kekuatan magis dengan maksud yang penuh rahasia
> (gaib). Menambahkan di dalam figur Kujang yang
> sesungguhnya, terletak/terdapat suatu filosofi
> Warisan Hindu. Adalah jelas sekali dari sebelumnya
> bahwa “pedang” mistik ini telah diciptakan lebih
> sebagai azimat, a symbolical object d’art, daripada
> sebagai sebuah senjata.
>
> Selanjutnya, ciptaan asli dari Kujang sebenarnya
> terinspirasi dari sebuah alat kebutuhan pertanian.
> Alat ini telah dipergunakan secara luas pada abad
> ke-4 sampai dengan abad ke-7 Masehi. Kujang terbaru
> dibuat sedikit berbeda from the tilling implements
> fashioned by the pandai besi terkenal, Mpu Windu
> Sarpo, Mpu Ramayadi, dan Mpu Mercukundo, sebagaimana
> yang dapat kita lihat di museum lokal. Hanya saja
> pada abad ke-9 sampai abad ke-12 Masehi wujud dari
> Kujang berbentuk seperti yang dikenal sekarang ini.
> Pada tahun 1170 terjadi perubahan pada Kujang. Nilai
> Kujang sebagai sebuah jimat atau azimat telah diakui
> secara berangsur-angsur oleh raja dan bangsawan dari
> Kerajaan Pajajaran Makukuhan, khususnya pada masa
> pemerintahan Prabu Kudo Lalean. Pada waktu di salah
> satu tempat bertapanya, Kudo Lalean mendapat ilham
> untuk mendesain ulang bentuk dari Kujang dengan
> menyesuaikan bentuknya dengan bentuk dari Pulau
> “Djawa Dwipa”, yang dikenal sebagai jawa pada saat
> itu. Dengan segera
> raja menugaskan keluarga kerajaan pandai besi, Mpu
> Windu Supo, untuk membuat mata pisau (Kujang) yang
> ada di dalam pikirannya. Ini telah menaruh
> sifat-sifat mistik dan filosofi spiritual, sebuah
> objek bertenaga gaib, unik di dalam desainnya,
> sesuatu yang pada generasi mendatang akan selalu
> berasosiasi dengan Kerajaan Pajajaran Makukuhan.
>
> Setelah masa meditasinya, Mpu Windu Supo menetapkan
> bayangan dari Kudo Lalean (visualisasi) dan
> memulainya dengan membuat sebuah prototype (bentuk
> dasar/purwa rupa) Kujang tersebut. Kujang ini
> memiliki 2 buah karateristik yang mencolok bentuknya
> yang menyerupai Pulau Jawa dan terdapat 3 lubang di
> suatu tempat pada mata pisaunya.
>
> Membuat pisau Kujang yang menyerupai bentuk Pulau
> Jawa mengartikan cita-cita akan penyatuan
> kerajaan-kerajaan kecil Jawa menjadi satu Kerajaan
> Makukuhan. Tiga lubang pada pisaunya untuk
> melambangkan Trimutri, atau tiga aspek Ketuhanan
> dari agama Hindu, yang juga ditaati oleh Kudo
> Lalean. Tiga aspek Ketuhanan menunjuk kepada
> Brahama, Wishnu dan Shiva, Trinitas Hindu (Trimurti)
> juga digambarkan/diwakilkan dengan 3 kerajaan utama
> pada masanya, secara berturut-turut, Kerajaan
> Pengging Wiraradja, berlokasi di bagian Timur Jawa
> Kerajaan Kambang Putih, berlokasi di north-east of
> island dan Kerajaan Pajajaran Makukuhan berlokasi di
> Barat.
>
> Bentuk Kujang berkembang lebih jauh pada generasi
> mendatang. Model-model yang berbeda bermunculan.
> Ketika pengaruh Islam tumbuh di masyarakat, Kujang
> telah dibentuk ulang menyerupai hurus Arab “Syin”.
> Ini sebagian muslihat dari wilayah Pasundan, Prabu
> Kian Santang, yang merasa khawatir untuk merubah
> rakyat menjadi Islam.
>
> Mengetahui bahwa Kujang menyimpan filosofi Hindu dan
> agama dari kultur yang ada, para raja muslim, imam,
> sajak (kalimat) syahadat dalam setiap manusia
> bersaksi akan Tuhan Yang Esa dan Nabi Muhamad
> sebagai utusan-Nya. Dengan mengucapkan kalimat
> syahadat, ia (tiap manusia) secara otomastis masuk
> Islam. Modifikasi Kujang memperluas area mata pisau
> dimana secara geografis sesuai kepada Pasundan atau
> Jawa bagian Barat untuk menyesuaikan diri dengan
> bentuk dari huruf Syin. Kujang model terbaru
> seharusnya dapat mengingatkan si pemiliknya dengan
> kesetiannya kepada Islam dan ajaranya 5 lubang ini
> melambangkan 5 tiang dalam Islam (rukun Islam).
> Dengan pengaruh agama Islam, beberapa model Kujang
> melukiskan inter-blending penghapusan paduan akan 2
> style/gaya dasar dari Kujang yang didesain oleh
> Prabu Kudo Lalean dan Prabu Kian Santang.
>
> Seiring berkembangnya zaman, saat ini Kujang biasa
> dipajang untuk mendekorasi rumah yang diyakini bisa
> membawa semacam keberuntungan, memberi perlindungan,
> kehormatan, dll. Kujang biasanya dipajang
> berpasangan di dinding mata pisau yang tajam sebelah
> dalam saling berhadapan. Ini merupakan tabu.
> Larangan, bagaimanapun, tidak seorangpun boleh
> mengambil fotonya sedang berdiri diantara 2 kujang
> tersebut, ini akan menyebabkan kematian terhadap
> orang tersebut didalam waktu 1 tahun tidak lebih
> tapi bisa kurang. Saya telah diyakinkan oleh seorang
> praktisioner senior Kejawen mengenai kebenaran hal
> ini, sebagaimana beliau telah menyaksikan sendiri.
>
> Kenapa kejadian ini tidak diketahui secara pasti,
> kita mungkin menganggap ini sebagai takhayul, suatu
> kebetulan atau synchronicity tetapi di balik setiap
> fenomena hukum alam dan intelejensi/ kecerdasan
> bekerja kita hanya perlu mencaritahu apakah hukum
> tersebut dan kesiapan fikir/pemikiran tentang
> kecerdasan metafisika mengarah pada hukum tersebut
> untuk mengetahui alasan atas keganjilan. (pik/dari
> berbagai sumber)
> ===
>
>
Message Thread:
![]()
« Back to thread
Welcome to Silat Perisai Diri USA.
If you belong to the PD organization,
please put your rank, status and location in your message. If you are a PD instructor
please write the number of your students.
Silat Persai Diri is a peaceful organization.
All races and beliefs are accepted.
We do not accept bad attitudes nor bad actions. Be humble in your words.