Posted by billy on 1/25/2009, 3:13 am
Apakah benar bahasa-bahasa Minahasa sudah di ambang kepunahan ?
Berikut ini adalah tulisan menyangkut bahasa yang di ambang kepunahan.
(disarikan dari http://pnglanguages.org/sociolx/ndg-lg-grimes_article.html#fn5 by Barbara F. Grimes )
1. Pentingnya Melestarikan suatu Bahasa.
Kenapa sih kita harus merisaukan punahnya suatu bahasa, apa sih untungnya bagi kita?. Banyak orang yang peduli bila suatu species hewan atau tumbuhan menajdi punah namun tidak demikian dengan bahasa. Punahnya suatu bahasa mungkin bukan suatu event besar bagi kebanyakan orang padahal kepunahan bahasa berarti : hilangnya suatu kreasi unik dari peradaban umat manusia.
Terdapat 3 alasan utama pentingnya melesatarikan suatu bahasa yaitu:
1.1. Melestarikan budaya atau cara hidup.
1.2. Mencegah kehilangan informasi tentang hewan atau tumbuhan.
1.3. Melestarikan identitas suatu kaum.
2. Faktor penyebab pergeseran bahasa (Kepunahan)
Menurut para ahli bahasa, suatu bahasa dikatakan punah bukan berarti bahwa semua penutur bahasa tersebut sudah tidak ada atau telah meninggal. Tetapi sebaliknya bahwa para penutur bahasa tersebut telah beralih menggunakan suatu bahasa yang lain karena berbagai alasan.
Berikut ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan bergesernya penggunaan suatu bahasa:
2.1 Orang tua mendorong anak-anak mempelajari bahasa lain karena alasan "prestise"
2.2. Kehancuran atau bencana baik yang disebabkan alam maupun manusia.
2.3 Migrasi keluar daerah
2.4 Penggunaan bahasa lainnya di sekolah-sekolah
2.5 KEbijakan bahasa nasional suatu negara
2.6 Faktor-faktor lainnya (Urbanisasi, Transmigrasi, Industrialisasi, perubahan ekonomi)
3. Dampak dari pergeseran bahasa (Hilangnya bahasa ibu)
Dampak dari hilangnya suatu bahasa adalah sebagai berikut:
3.1 Kekagetan/Shock
3.2 Perilaku anti sosial dan Hilangnya percaya diri
4. Gejala-gejala kepunahan suatu bahasa
Gejala-gejala awal punahnya suatu bahasa adalah sebagai berikut:
4.1 Penurunan drastis jumlah penggunanya (What about Minahasan Language?).
4.2 Berkurangnya domain dimana bahasa tersebut digunakan
4.3 Kaum muda tidak mau lagi menggunakan bahasa tersebut (Asli loh ...kondisi real di Minahasa )
4.4 Berusaha mempertahankan identias etnis tanpa menggunakan bahasa asli (bahasa ibu) ( What about Kawanua Comunities?)
4.5 Punahnya dialek-dialek tertentu ( Dialect Ares dlm bhs Tombulu?)
4.6 Pengguna yang ada tidakterlalu memahami bahasanya
4.7 Terciptanya suatu bahasa campuran (Creole). ( What about Manado Malay?).
5. Tahap-tahap bahasa di ambang kepunahan
Di sebuah seminar di Jerman pada Februari 2000, para ahli bahasa ternama mendeskripsikan tahapan bahasa di amabang kepunahan sbb:
5.1 Critically Endangered, Penutur bahasa sangat sedikit, semuanya berusia di atas 70 tahun.
5.2 Severely Endangered, Penutur bahasa semuanya berusia di atas usia 40 tahun.
5.3 Endangered, Penutur bahasa hanya yang berusia di atas 20 tahun.
5.4 Eroding, Penutur bahasa adalah sebagian anak-anak dan orang dewasa, anak-anak yang lain tidak bisa menggunakan bahasa tersebut.
5.5 Stabel but threaatened, Anak-anak dan orang dewasa masih menggunakan tetapi jumlah penuturnya sedikit.
5.6 Safe, Tidak berada dalam keadaan berbahaya, bahasa dipelajari oleh anak-anak dan kelompok lainnya dalam suatu kelompok etnis.
6. Bagaimana mencegah hilangnya suatu bahasa
Ada beberapa kelompok di dunia yang, dengan bantuan dari ahli bahasa yang mencoba untuk meningkatkan populasi pengguna bahasa asli melalui penerbitan bahan-bahan ajar yang dilengkapi audio kaset, kamus, koran, kursus yang diajarkan di sekolah-sekolah dan masyarakat sekolah, kelas-kelas malam untuk orang dewasa, program-program di radio dan televisi. Ini memiliki beberapa keberhasilan. Tapi yang paling penting yang dapat dilakukan untuk melestarikan bahasa adalah kepedulian orang tua untuk tetap menggunakan bahasa ibu (bahasa daerahnya) ke anak-anak mereka di rumah.
Message Thread
![]()
« Back to index