Posted by BURAKO on 9/6/2007, 5:47 am, in reply to "Ciri di mana ???" puisinya ini kita so tukar beberapa kata sengaja Terburai kata canda bersua Terhenyak cerah mentari pagi Dan Dikala hayat mengajak diri
oH Ivon,Miko mungkin taciri merasakan kisah lalu
suka dan duka sebagaimana torang samua.
Maar kasiang kalu dia taciri sandiri,
oh weta eh Miko.
membalas puisi Cinta Sejati dari zus Isye pambae.
HIDUP dan CINTA.
memandang redup cahaya sinar
diantara runtuh dan tebing curam
onggok tumpukkan batu cadas
pohon dahan yang hampir kering
sekian waktu hanyut di sepi
terbawa diri di rapuh nyeri
seakan tujuan tiada lagi
langkah lesu enggan temani
di desa nafas yang masih ada
dan luka tergores
menahan cemeti
sinarnya menerpa meng usai mimpi
tegur hakekat kenapa begini
bukan kendala tiada henti
'tau semerbak harum berganti
bangun terjaga teguhkan yakin
ikuti arah tiada berujung
diruas jalan likuk tanjakan
tapak kaki biar perlahan
sakit nyeri akan menghilang
sebelum mentari diufuk hilang
pijakan hidup menunggu riang
di cerah esok ada gemilang
ranting ranting patah bertumbuh
terjal curam jurang yang tandus
menghijau penuh tumbuhan baru
sejuk angin sepoi membelai
hari kemarin terhempas pergi
puas sudah ditimpah sedih
jangan lagi
sebab hidup cuma satu kali
dengar bisikan suara hati
resah membungkus legah rasa
memandang ombak dan luas pantai
menyapu bersih diatas pasir
menutup duka membawa damai
dengan kata tak bisa terbilang
hanya pujian syukur padaNYA
berikan yang tabah kabul keluh
dekap erat air mata haru
disana telah kutemu
pelipur lara
kasih
dan dia
yang aku cinta.
Burako.
tadi,5 sept 2007
Message Thread:
![]()
« Back to thread