Posted by PANDITA on 9/5/2007, 9:32 am Dikala canda kata terburai Dikala cerah mentari pagi Dan Disini hayat mengajak diri
mata memandang redup bersinar
diantara runtuh dan tebing curam
onggok tumpukkan batu cadas
tersangkut dahan yang hampir kering
sekian waktu hanyut di sepi
terbawa diri di rapuh nyeri
seakan tujuan tiada lagi
langkah lesu enggan temani
menahan cemeti
sinarnya menerpa meng usai mimpi
tegur hakekat kenapa begini
bukan kendala tiada henti
bangun terjaga teguhkan langkah
ikuti arah tiada berujung
diruas jalan likuk tanjakan
tapak kaki biar perlahan
sakit nyeri akan menghilang
sebelum mentari diufuk hilang
pijakan hidup menunggu riang
di cerah esok ada gemilang
ranting ranting patahpun bertumbuh
terjal curam jurang yang tandus
menghijau penuh tumbuhan baru
sejuk angin sepoi membelai
hari kemarin terhempas pergi
puas sudah ditimpah sedih
padahal hidup cuma satu kali
dengar bisikan suara hati
resah membungkus legahkan raga
memandang ombak dan luas pantai
menyapu bersih diatas pasir
menutup duka membawa damai
dengan kata tak bisa terbilang
hanya pujian syukur padaNYA
disana telah kutemui
pelipur lara
kasih dan cinta.
Burako.
tadi,5 sept 2007
Message Thread:
![]()
« Back to thread